Nama : Dhimas Rafiif Shobhi Putra – VIIC/11
BAB 3 INTERAKSI SEBAGAI PROSES SOSIAL
Adalah hubungan timbal balik antara
berbagai aspek kehidupan dengan dasar interaksi sosial
Hubungan sosial yang dinamis antara
orang perorang, kelompok manusia dengan orang, kelompok manusia dengan kelompok
yang saling mempengaruhi hubungan timbal balik
a. Menjalin hubungan persahabatan
b. Menjalin hubungan usaha
c. Mendiskusikan persoalan
d. Melakukan kerjasama
a.
Langsung
: dengan berbicara langsung/ bertatap muka
b.
Tidak
langsung : melalui alat/perantara yaitu melalui telepon, e-mail, surat menyurat
ü
Antara
individu
Individu memberi pengaruh,rangsang/stimulus kepada individu
lain, dan individu yang terkena pengaruh akan memberikan respons/reaksi.
Ex . Memakai pakaian dengan warna mencolok
ü
Antara
individu dengan kelompok
Individu dapat berperan sebagai inspirator/motivator
Ex. Pembicara dengan peserta seminar
ü
Antara
kelompok dengan kelompok
Individu yang menjadi anggota keompok akan melebur dalam
kepentingan kelompok
Ex. Kompetisi Group Band
1. Didasarkan atas kebutuhan nyata
2. Dilakukan secara efektif
3. Dilakukan secara efisien
4. Menyesuaikan diri pada kebenaran dan kaidah yang berlaku
5. Tidak bersifat memaksa
BAB 4 SOSIALISASI SEBAGAI PROSES PEMBENTUKAN KEPRIBADIAN
Proses belajar seseorang untuk
mempelajari pola hidup sesuai nilai,norma,kebiasaan
yang ada di masyarakat/kelompok
a.
Sosialisasi primer : sosialisasi yang pertama kali
dijalani semasa kecil
b.
Sosialisasi sekunder : sosialisasi setelah sosialisasi
primer
·
Sifat
dasar : potensi yang dimiliki sejak lahir
·
Lingkungan
prenatal : lingkungan dalam kandungan ibu
·
Perbedaan
individual : hal yang meliputi ciri-ciri fisik
·
Lingkungan
: lingkungan alam, kebudayaan, masyarakat
·
Motivasi
: kekuatan dari dalam individu ybs
§
Keluarga à sebagai fungsi pengawasan social
§
Teman sepermainan àSaling meniru dan selalu belajar
,mempersamakan dengan teman
§
Lingkungan sekolah àpelajaran yang didapat dari sekolah
§
Lingkungan kerja
§
Media massa à baik cetak maupun elektronik
o
Peran
meliputi Norma èdihubungkan dengan posisinya dalam masyarakat
o
Peran
meliputi sesuatu yang dilakukan dalam masyarakat
o
Peran
meliputi perilaku seseorang yang penting dalam struktur social masyarakat
Ø
Ascribed Status
Kedudukan yang diperoleh karena kelahiran atau keturunan
Ø
Achieved Status
Kedudukan yang dimiliki karena usaha yang dilakukan
1) Mampu mempelajari/menghayati norma yang ada dalam kelompok
2) Dapat mengenal masyarakat lebih luas
3) Mengetahui peran yang dimiliki masing masing
4)
Mengembangkan kemampuan sesuai peran
dan status
Kumpulan sikap,perasaan /anggapan terhadap suatu hal mengenai
baik-buruk,benar-salah,penting-tidak penting
1) Tercipta melalui interaksi social
2) Dapat dipelajari (melalui proses belajar )
3) Diimbaskan dari orang ke orang,kelompok
ke orang,kelompok ke kelompok
4) Nilai memuaskan manusia
5) Nilai melibatkan emosi dan perasaan, dll
Ø
Mengatur
cara berpikir dan bertingkah laku secara ideal
Ø
Sebagai
pengawas dengan daya tekan dan mengikat tertentu
Ø
Sebagai
alat solidaritas di kalangan kelompok
Ø
Sebagai
benteng perlindungan budaya kelompok
Aturan tertulis/tidak tertulis yang dilengkapi sanksi tegas untuk
mendorong bahkan menekan orang/kelompok dan merupakan pedoman dalam masyarakat.
a.
Tata cara (Usage)
Norma untuk perbuatan dengan sanksi ringan dan pelanggar
mendapat celaan, pernyatan tidak sopan dari orang lain
b.
Kebiasaan ( Folkways )
Cara bertindak yang digemari masyarakat sehingga dilakukan
berulang-ulang
c.
Tata Kelakuan ( Mores)
Norma yang berdasar pada filsafat, agama,ideology yang dianut
dalam masyarakat
d.
Adat (Customs )
Norma tidak tertulis namun sangat mengikat à pelanggar mendapat sanksi yang
mengakibatkan penderitaan
e.
Hukum ( Laws)
Norma dari pemerintah dan pelanggar mendapat sanksi paling
tegas
f.
Mode (Fashion )
Gaya/ cara berbuat sesuatu yang berubah-ubah
§
Norma agama
§
Norma kesopanan/kesusilaan
§
Norma hukum
BAB 5 BENTUK – BENTUK
INTERAKSI SOSIAL
§ Interaksi social asosiatif
·
Kerjasama (cooperation) : usaha bersama untuk tujuan bersama
Dibagi 5 bentuk :
¨
Kerukunan ( gotong royong, tolong
menolong )
¨
Bargaining ( perjanjian tukar
barang/jasa antara 2 orang )
¨
Kooptasi ( proses penerimaan
unsure-unsur baru kepemimpinan )
¨
Koalisi ( gabungan 2 badan atau lebih
untuk tujuan bersama )
¨
Joint venture ( kerjasama pegusahaan
proyek tertentu )
·
Akomodasi :
cara menyelesaikan pertentangan tanpa menhancurkan lawan
Dibagi 7 bentuk :
¨
Coercion ( dipaksakan karena salah
satu pihak di posisi yang lemah)
¨
Kompromi ( mengurangi tuntutan
sehingga tercapai penyelesaian )
¨
Arbitrasi ( menghadirkan pihak ke-3
untuk mencapai kompromi )
¨
Konsiliasi ( menemukan antara pihak bertikai,
mencari solusi )
¨
Toleransi ( penyelesaian tanpa
persetujuan tetapi saling pengertian )
¨
Stalemate ( Salah satu pihak berhenti
karena memiliki kekuatan imbang )
¨
Ajudikasi ( penyelesaian di
pengadilan )
·
Asimilasi :
mengurangi perbedaan yang terdapat antar perorangan/kelompok
Faktor yang mendorong asimilasi
¨
Toleransi
¨
Kesempatan
imbang ekonomi
¨
Menghargai
orang asing dan kebudayaannya
¨
Sikap
terbuka penguasa
¨
Persamaan
unsure kebudayaan
¨
Perkawinan
campuran
¨
Musuh bersama
dari luar
Faktor penghambat asimilasi: perbedaan fisik, perbedaan latar belakang, prasangka
pribadi yang negatif
§ Interaksi social disosiatif
·
Persaingan /kompetisi : bersaing mencari keuntungan tanpa
ancaman
·
Kontravensi : Ketidakpastian diri /perasaan tidak
suka yang disembunyikan Pertentangan
: dalam mencapai tujuan dengan menentang lawan disertai ancaman
BAB 6 PROSES INTERAKSI SOSIAL
§ Kontak social primer : dilakukan dengan hubungan langsung
·
Bertatap
muka, tersenyum
§ Kontak social sekunder : dilakukan melalui perantara
·
Langsung
: dengan bantuan alat tertentu ( telepon, surat, dll )
·
Tidak
langsung : dengan bantuan pihak lain ( menitip salam lewat orang lain )
§ Ada kontak social dan komunikasi
§ Dilakukan 2 orang atau leih
§ Bersifat timbal balik
§ Ada penyesuaian norma dan bersifat berkesinambungan
1.
Tingkat
hubungan dalam : bersifat terus menerus, tidak terbatas
Ex . hubungan kakak dengan adik
2.
Tingkat
hubungan dangkal : bersifat hanya pada saat tertentu
Ex . hubungan kondektur dengan penumpang
a. Imitasi
Meniru perilaku dan gaya seseorang
idolanya
b. Sugesti
Pandangan/sikap seseorang yang
kemudian diterima dan diikuti pihak lain
c. Identifikasi
Keinginan sama dengan orang lain yang
membentuk kepribadian
d. Simpati
Tertarik dengan pihak lain
e. Motivasi
Dorongan kepada orang lain agar
menuruti apa yang dimotivasikan
f.
Empati
Keadaan yang membuat orang merasa
dalam keadaan sama dengan pihak lain
Demikian yg bisa sy sampaikan gan, selengkapnya trims